Di
buku ini, Dwitasari kembali menulis tentang kisah cinta yang mungkin sangat
sering dialami oleh remaja saat ini. Dan disertai dengan kata-kata yang galau
dan menusuk hati bagi para pembaca. Cleo seorang gadis yang tinggal bersama
papanya dan Dia ingin melanjutkan kuliah di Jogja kota yang sangat Ia sukai. Ia
adalah gadis yang sangat suka dengan sastra juga senang menulis, dan yang Ia
tulis tidak jauh dari hal yang berbau kegalauan dan mampu membuat penikmatnya
baper.
Namun
Ia termasuk wanita yang mempunyai tingkat kegengsian yang tinggi, akibat rasa
gengsi itu Ia telah kehilangan Pria yang Ia kagumi. Raditya seorang Pria yang
gagah dan menggunakan kacamata dan yang sangat sayang terhadap Ibunya, apapun
yang ibunya inginkan Ia turuti asalakan ia bisa melihat Ibunya senang.
Ia juga
seorang Pria yang punya tingkat kegengsian yang tinggi sama dengan Cleo, akibat
rasa gengsi itu mereka tidak bisa menyatu dan akhirnya bertemu setelah 3 tahun
dan semua telah terlambat. Ninda seorang gadis yang sangat mencintai Raditya, Ia
gadis yang manja dan ia adalah wanita yang Ibu Raditya suka. Raditya selalu
pasrah terhadap wanita ini asalkan bisa melihat Ibunya senang.
Cerita
ini dimulai saat Cleo tidak bisa diantar oleh Papanya untuk menuju ke Jogja.
Lalu Papanya memaksa dia untuk menaiki Bus tujuan Jogja. Saat di loket Bus Ia
bertemu dengan Raditya yang dianggap Pria yang tidak benar karena merokok
sembarangan sampai akhirnya mereka beradu mulut. Ternyata, mereka sama-sama
ingin pergi ke Jogja dan yang parahnya mereka duduk bersebelahan. Dari Cibinong
menuju ke Jogja mereka habiskan dengan bercerita dan kadang Cleo sampai
tertidur di bahu Raditya sampai akhirnya Cleo suka dangan Pria itu, begitu juga
sebaliknya.
Saat
tiba di Jogja mereka terpisah dan bertemu setelah 3 tahun. Sebelum mereka
berpisah di Stasiun, mereka saling menuggu untuk meminta kontak satu sama lain.
Karena punya rasa gengsi, mereka akhirnya tidak berani untuk melakukannya.
Setelah 3 tahun, merka akhirnya bertemu kembali di Bandara saat ingin menuju ke
Cibinong tempat mereka tinggal.
Karena asik mengobrol merekapun tertinggal
pesawat dan memutuskan untuk menaiki Bus sambil bernostalgia.Seiring
berjalannya waktu Cleo mengetahui bahwa Raditya akan menikah, lalu Ia
memustuskan untuk benar-benar melupakan Raditya dan bertemu dengan Rey. Raditya
pun menikah dengan pilihan Ibunya yaitu Ninda.
Walaupun mereka masih saling
mencintai tapi mereka percaya kalau cinta tak harus memiliki. Kelebihan
novel ini menceritakan Cleo yang tetap sabar dan tabah dalam menjalani
hidupnya. Ia juga menerima dan melepaskan orang yang Ia sayangi demi
kebahagiaan mereka. Kurangnya di novel ini penulis tidak menceitakan Cleo dan
Raditya saling mencari selama 3 tahun, dan apa-apa saja yang mereka usahakan
supaya bisa bertemu kembali.
Kesimpulannya
walaupun orang yang kita sayang dan cintai tidak bersama kita, maka kita harus
tetap hidup, sabar dan terus berkarya, mungkin Tuhan punya rencana yang lebih
indah dari yang kita mau. ( Nurul Aiza, Siswi kelas XII IPS)
Judul Buku : Memeluk Masa Lalu
Pengarang : Dwitasari
Tahun Terbit : 2016
Penerbit : Bentang Belia (PT.BentangBelia)
Tebal Buku : 1 cm
Jumlah halaman : 128 hlm
Penyunting : Dila Maretihaqsari
Judul Buku : Memeluk Masa Lalu
Pengarang : Dwitasari
Tahun Terbit : 2016
Penerbit : Bentang Belia (PT.BentangBelia)
Tebal Buku : 1 cm
Jumlah halaman : 128 hlm
Penyunting : Dila Maretihaqsari



0 komentar:
Posting Komentar