
Di era globalisasi, pemanfaatan teknologi dan informasi di Indonesia sangatlah tergolong banyak. Indonesia termasuk negara berkembang dengan memiliki jumlah penduduk terbanyak dan terpadat di Asia.
Perkembangan teknologi telah berkembang sangat pesat hingga sekarang. Dulunya banyak daerah-daerah terpencil
yang tidak terjamah oleh teknologi, tetapi di zaman sekarang daerah-daerah terpencil tersebut dapat merasakan juga teknologi informasi yang beredar saat ini. Saat ini teknologi informasi sudah mulai berkembang pesat di
segala aspek kehidupan dari yang sederhana hingga yang mutakhir.
Di berbagai negara maju dan negara berkembang,
hadirnya teknologi-teknologi baru yang dapat membantu kita dalam hal perkerjaan. Perubahan teknologi komunikasi memiliki dampak kritis atau dampak
negatif pada masyarakat saat ini yang
berhubungan dengan ruang dan waktu sebagai dimensi dasar. Akan tetapi, perlu kita ketahui bahwa teknologi informasi juga dapat merusak moral anak bangsa. Bahkan dikatakan bahwa perkembangan teknologi informasi
merupakan biang keladi perubahan moral generasi muda. Bukan berarti kita harus apatis terhadap perkembangan teknologi informasi,
akan tetapi kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi informasi secara cerdas, dan cermat.
Mengapa Pertumbuhan Pengguna
Internet di Indonesia,
Meningkat?
Menurut data dari Kementerian Komunikasi dan
Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI), Indonesia menduduki urutan ke-6
sebagai pengguna akses
internet terbanyak di dunia. Menurut hasil survei dari Mark Plus Insight Netizen Survei menyebutkan bahwa jumlah pengguna
internet di Indonesia telah mencapai 61 juta orang pada tahun 2012. Jumlah itu membuat persentase pengguna
internet meningkat dibanding jumlah penduduk, yakni sebanyak 23,5%.
Dari jumlah tersebut,
40% di antaranya mengakses internet lebih dari 3 jam sehari. Indonesia juga menempati posisi kedelapan negara dengan pengguna
internet terbanyak di dunia dan
pada tahun 2015 Indonesia menempati posisi keenam dengan pengguna dan pengakses internet terbanyak di dunia. Ini menyatakan jika Indonesia sering disebut sebagai pasar potensi
digital, mengapa?
Dikarenakan, sampai saat ini sudah ada sekitar 88,1 juta pengguna internet aktif di Indonesia. Jumlah itu pun diperkirakan akan terus bertambah tiap tahunnya. Masyarakat Indonesia
semakin akrab dengan dunia teknologi.
Hampir semua orang memiliki setidaknya satu ponsel. Demikian juga dengan penggunaan
internet. Meski memang masih belum merata,
pengguna internet di Indonesia terus menunjukkan angka pertumbuhan.
Tiap tahunnya akan terjadi persaingan teknologi dengan gaya tren selera berbagai masyarakat,
contohnya dapat kita dapatkan pada produk-produk yang bermerek dan lebih bergaya seperti gadget,
smartphone,
laptop, komputer, dan sebagainya.
Teknologi Semakin Canggih, Memberikan Manfaat atau Sebaliknya?
Perkembangan teknologi informasi dari jejaring sosial terutama telekomunikasi sangat pesat perkembangannya yang meliputi seperti tren komuniksi, revolusi internet, dan komponen-komponen umum, yang utama dari jaringan teknologi itu sendiri.
Sebanyak 99% masyarakat Indonesia merasakan hadirnya teknologi canggih yang
memberikan manfaat banyak bagi penggunanya,
hadirnya teknologi-teknologi baru yang dapat membantu kita dalam hal pekerjaan. Akan tetapi, perlu kita ketahui di sisi lain, semakin canggihnya teknologi semakin banyak anak-anak penerus bangsa, moral dan akhlak mereka yang
rusak. Salah menggunakan internet secara cermat akan berdampak negatif, yaitu:
Konten pornografi
yang tersebar luas yang membuat para pengguna
internet menyalahgunakan internet yang mengakibatkan banyaknya terjadi berbagai tindakan asusila yang terjadi saat ini.
Tersebarnya informasi palsu atau hoaks yang tidak jelas kebenaran suatu informasi tersebut dan ditampilkan hanya untuk mencari keuntungan tanpa memikirkan dampak dari tersebarnya informasi itu.
Media sosial digunakan untuk tindak kriminal, kasus penipuan jualan online, tempat perjudian, dan sebagainya.
Kecanduan internet yang menyebabkan ketergantungan pada diri seorang penggunanya hingga melupakan waktu untuk melaksanakan berbagai tugas dan juga kewajibannya serta masih banyak lagi kasus dari dampak negatif berinternet.
Bagaimana Cara Menyikapi Kasus Dampak Negatif Internet?
Di sini diperlukan peran orang tua untuk membimbing dan mengawasi anak dalam berinternet. Salah satu cara menyikapi pemanfaatan teknologi informasi sebagai salah satu metode pembelajaran. Cara ini dapat dikatakan sangat efektif mengingat banyaknya wilayah di Indonesia
yang masih kekurangan pengajar atau guru.
Pemerintah telah mengantisipasi dampak negatif penggunaan
internet. Dalam hal ini pemerintah melalui Kemkominfo RI mengeluarkan beberapa kebijakan dalam mengurangi dampak tersebut. Kebijakan-kebijakan pemerintah antara lain: pemblokiran situs yang mengandung pornografi, implementasi internet sehat, dan penerapan UU
ITE.
Bagaimana
Cara Menangkal
Hoaks?
Sebagaimana yang sudah diketahui, masyarakat Indonesia 89% lebih memilih percaya terhadap berita hoaks ketimbang mendengar berita di televisi yang telah diuji kebenarannya. Ini disebabkan oleh literasi media pada masyarakat Indonesia sangat rendah. Maka tak heran jika masyarakat Indonesia
sering kali mempercayai berita bohong,
berita berisi fitnah dan berita mengandung ujaran kebencian. John Fresly menilai jika literasi media atau literasi masyarakat Indonesia rendah,
sehingga sebagian besar masyarakat menyimpulkan apapun informasi
yang ada di media sosial itu benar.
Menurut Kemkominfo RI, agar masyarakat tidak terpancing dengan berita hoaks,
ada tiga cara untuk mempercayai suatu berita apakah fakta atau hoaks.
Pertama, cek sumber berita,
pengguna dapat memeriksa siapa sumber informasi dan melakukan konfirmasi secara langsung.
Dengan memanfaatkan mesin pencari, pembaca juga dapat membandingkan kebenaran suatu berita dilihat dari sumber-sumber terpercaya lainnya.
Kedua, kenali situs palsu, cari tahu situs tempat informasi itu di-posting, pelajari, dan pastikan apakah situs tersebut isinya merupakan berita berdasarkan fakta atau informasi yang tidak benar.
Ketiga, hindari website mencurigakan. Website yang belum diketahui asal-usulnya sebaiknya ditelusuri terlebih dahulu saat ia memberitakan sebuah informasi.
Jangan membagikan berita dari situs yang
tidak dikenali agar kabar hoaks itu tidak menjadi viral.
Daya Tangkal Manuver Informasi Hoaks
Agar terhindar dari berita hoaks atau termakan isu negatif dari suatu kemajuan teknologi informasi yang akan merusak sendi-sendi kehidupan manusia baik di bidang ekonomi,
sosial, budaya, pendidikan, dan lain-lain. Sebaiknya setiap insan bangsa Indonesia terutama generasi penerus bangsa (pemuda/i, mahasiswa/i, pelajar) dapat menumbuhkan minat membaca yang
tinggi, menggali kebenaran informasi yang didapat dari kemajuan teknologi sehingga terhindar dari hal-hal yang dapat memengaruhi akal-pikiran manusia itu sendiri.
Mari kita wujudkan terobosan budaya membaca dan tradisi membaca bagi diri sendiri,
sehingga kita memiliki generasi yang berkarakter tidak gampang tersulut oleh informasi hoaks yang lagi trending
seiring dengan teknologi informasi. Jadi,
masyarakat Indonesia harus pandai menyikapi berita hoaks yang beredar di sosial media jika belum diuji kebenarannya.
Oleh: Martha
Cristina Hutauruk


0 komentar:
Posting Komentar