https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Bulan_Asia_Wikipedia




Esai Siswa

Gawai dan Kids Zaman Now


 Hasil gambar untuk Gawai dan Kids Zaman Now
Di abad 21 ini teknologi bukanlah sebuah istilah yang aneh. Anak-anak zaman sekarang pasti berpikir tentang “gawai” jika ditanyakan tentang teknologi. Di era yang serba canggih ini serta pola pikir manusia yang terus berkembang seperti layaknya teknologi zaman sekarang, laptop, komputer, dan handphone sangat banyak digunakan di perkantoran, sekolah, bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Para miliarder di luar sana sekalipun, memiliki banyak pemasukan yang didapatkan melalui teknologi yang mereka rancang sendiri. Tekad yang kuat dan usaha yang maksimal mereka kerahkan dalam merancang berbagai aplikasi, salah satunya adalah aplikasi media sosial.
Pada zaman dahulu para pelajar tidak memiliki kemudahan dalam mengakses internet dikarenakan laptop, handphone, dan komputer masih sangat jarang ditemukan, sehingga para pelajar memiliki keterbatasan dalam hal sumber belajar. Seiring berjalannya waktu, teknologi memiliki peranan penting bagi seorang pelajar. Kehadirannya sangat membantu dalam proses pembelajaran seperti membantu pelajar dalam mengerjakan tugas, memudahkan komunikasi, sebagai media penyegaran, mengakses informasi, eksistensi diri, bahkan dapat mengurangi penggunaan kertas karena siswa dapat belajar melalui gawai yang didukung dengan akses internet.
Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Gawai
Peran gawai tidak hanya untuk para pelajar saja, tetapi juga bagi semua kalangan. Saat ini gawai juga merupakan kebutuhan penting semua orang dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan gawai memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan keluarga, teman, dan rekan kerja. Selain itu, gawai juga dapat memudahkan kita dalam mencari informasi dan berita terkini dari seluruh penjuru dunia. Semua itu dapat dilakukan dengan mudah dengan hadirnya gawai.
Gawai tidak hanya memberikan dampak positif saja, tetapi juga memberikan dampak yang negatif. Salah satu dampak negatif tersebut adalah perundungan di dunia maya atau yang disebut dengan cyber bullying”. Aplikasi Instagram salah satunya, menduduki posisi pertama sebagai media sosial dengan kasus cyber bullying terbanyak. Penelitian terhadap media sosial dalam kasus cyber bullying terbanyak dilakukan oleh Ditch the Label, sebuah group nonprofit yang menyuarakan antibullying di Inggris. Mereka melakukan penelitian terhadap 10.000 anak muda Inggris dan 42% diantaranya mengalami perundungan di Instagram atau cyber bullying di Instagram. Pada tahun 2014 di Amerika Serikat, seorang pelajar meninggal dengan cara menembakkan dirinya sendiri dikarenakan teman sekolahnya melakukan perundungan lewat pesan elektronik dan media sosial.
Pornografi juga semakin marak dengan adanya gawai. Hal tersebut membuat anak-anak yang masih dibawah umur dapat membuka apa saja yang diinginkan tanpa sepengetahuan orang tua. Selain itu, games juga salah satu dampak negatif dari gawai. Dari anak-anak bahkan sampai remaja, siapa yang tak kenal yang namanya games? Banyak sekali anak-anak atau remaja yang sudah terlalu kecanduan dengan games. Games yang mereka mainkan juga merupakan permainan yang dapat merubah pola pikir anak-anak kearah yang negatif, seperti games yang bersifat kekerasan, tembak-menembak, dan permainan lainnya yang tidak mendidik.
Kids Zaman Now Cerdas dalam Menggunakan Gawai
Mengingat penggunaan gawai mulai disalahgunakan, mari mulai saat ini cerdas dan bijak dalam menggunakan gawai. Sebagai “kids zaman now” yang cerdas kita juga harus cerdas dalam menggunakan gawai dan dapat membagi-bagi waktu dalam menggunakan gawai, juga tidak terpengaruhi oleh hal-hal negatif pada gawai.
Banyak hal positif yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan gawai, seperti bergabung di grup sosial. Grup tersebut dapat menampung siswa-siswa volunteer yang ingin membantu sesama. Membuat grup diskusi belajar, komunitas generasi muda untukmembahas program atau kegiatan yang dapat memajukan negara, dan berbagai komunitas lainnya. Kids zaman now akan memanfaatkan gawai sebaik mungkin untuk bertukar pendapat, menambah wawasan, dan tentu saja menambah teman.
Hal lainnya yang lebih penting adalah cerdas dalam menanggapi berita hoaks. “Kids zaman now” harus mampu memilah semua berita yang diterima melalui gawai. Tidak semua berita yang diterima adalah benar. Sebagai generasi muda kita harus mampu menjadi penerima berita yang cerdas pula dengan memeriksa dan mencari tahu kembali berita yang diterima. Tidak serta merta meyakini suatu berita tanpa mencari tahu kebenaran dari informasi atau berita tersebut.
Jika “kids zaman now” cerdas dan bijak dalam menggunakan gawai, mereka juga dapat menghasilkan uang, salah satunya yaitu bisnis startup. Startup adalah sebuah bisnis yang baru dirintis yang berkaitan teknologi, web, internet. di akhir tahun 2000, bisnis star-up sudah lebih banyak muncul dan bahkan mulai menghasilkan penghasilan.
Berdasarkan riset Michael Cogen Group tentang pengaruh psikologis anak dikaitkan dengan rentang waktu penggunaan internet, 60% anak-anak yang berusia 12 tahun lebih memilih untuk bermain dengan gawai dari pada bermain dengan temannya. Bahkan akademi anak-anak di Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak Canada menegaskan bahwa anak yang berusia 0-2 tahun tidak boleh bermain dengan gawai sama sekali, anak yang berusia 3-5 tahun harus dibatasi dalam penggunaan gawai 1 jam per hari, sedangkan anak yang berusia 6-18 tahun hanya dibatasi 2 jam saja per hari.
Upaya mengurangi durasi penggunaan gawai pada anak-anak dapat dimulai dengan keikutsertaan orang tua yang bijak dan cerdas memantau anak dalam menggunakan gawai. Pemerintah juga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam memantau pengunaan dan situs-situs yang tersedia di gawai khususnya bagi anak-anak di bawah umur. Memblokir atau mengunci semua situs internet yang dirasa memberikan dampak negatif pada anak. Sebaliknya, pemerintah dapat memperbanyak situs-situs pendidikan yang mampu membuat generasi muda semakin penuh dengan ilmu pengetahuan.
Dengan kerja sama antara orang tua dan pemerintah, generasi muda Indonesia akan mampu membentengi diri dari dampak negatif penggunaan gawai. Kids zaman now di Indonesia akan menjadi anak-anak cerdas yang mampu memanfaatkan gawai dengan cerdas dan bijak. Generasi muda yang cerdas akan menjadi calon pemimpin bangsa yang bermoral dan berakhlak yang nantinya ikut memajukan negara Indonesia.
Harapan penulis, anak-anak hingga remaja gunakanlah gawai seperlunya dan sebaik mungkin. Manfaatkan gawai untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Cerdaslah dalam memilah berita yang ada di media sosial dan gunakan gawai dengan durasi yang sesuai dengan jam belajar.

Oleh: Firli Affini Zahman

About Indeks

Situs ini pertama kali diindeks oleh Google pada Januari 2012. Koneksi Anda ke situs ini aman.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.