
Di abad 21 ini teknologi bukanlah sebuah
istilah yang aneh. Anak-anak zaman sekarang pasti berpikir tentang “gawai” jika
ditanyakan tentang teknologi. Di era yang serba canggih ini serta pola pikir
manusia yang terus berkembang seperti layaknya teknologi zaman sekarang,
laptop, komputer, dan handphone
sangat banyak digunakan di perkantoran, sekolah, bahkan dalam kehidupan
sehari-hari. Para miliarder di luar sana sekalipun, memiliki banyak pemasukan
yang didapatkan melalui teknologi yang mereka rancang sendiri. Tekad yang kuat
dan usaha yang maksimal mereka kerahkan dalam merancang berbagai aplikasi,
salah satunya adalah aplikasi media sosial.
Pada zaman dahulu para pelajar tidak memiliki
kemudahan dalam mengakses internet dikarenakan laptop, handphone, dan komputer masih sangat jarang ditemukan, sehingga
para pelajar memiliki keterbatasan dalam hal sumber belajar. Seiring
berjalannya waktu, teknologi memiliki peranan penting bagi seorang pelajar.
Kehadirannya sangat membantu dalam proses pembelajaran seperti membantu pelajar
dalam mengerjakan tugas, memudahkan komunikasi, sebagai media penyegaran, mengakses informasi, eksistensi diri, bahkan
dapat mengurangi penggunaan kertas karena siswa dapat belajar melalui gawai
yang didukung dengan akses internet.
Dampak
Positif dan Negatif Penggunaan Gawai
Peran gawai tidak hanya untuk para pelajar
saja, tetapi juga bagi semua kalangan. Saat ini gawai juga merupakan kebutuhan
penting semua orang dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan gawai memudahkan
kita dalam berkomunikasi dengan keluarga, teman, dan rekan kerja. Selain itu,
gawai juga dapat memudahkan kita dalam mencari informasi dan berita terkini
dari seluruh penjuru dunia. Semua itu dapat dilakukan dengan mudah dengan
hadirnya gawai.
Gawai tidak hanya memberikan dampak positif
saja, tetapi juga memberikan dampak yang negatif. Salah satu dampak negatif
tersebut adalah perundungan di dunia maya atau yang disebut dengan “cyber
bullying”. Aplikasi Instagram salah satunya, menduduki posisi pertama
sebagai media sosial dengan kasus cyber
bullying terbanyak. Penelitian terhadap media sosial dalam kasus cyber bullying terbanyak dilakukan oleh
Ditch the Label, sebuah group nonprofit yang menyuarakan antibullying di
Inggris. Mereka melakukan penelitian terhadap 10.000 anak muda Inggris dan 42%
diantaranya mengalami perundungan di Instagram atau cyber bullying di Instagram. Pada tahun 2014 di Amerika Serikat,
seorang pelajar meninggal dengan cara menembakkan dirinya sendiri dikarenakan
teman sekolahnya melakukan perundungan lewat pesan
elektronik dan media sosial.
Pornografi juga semakin marak dengan adanya
gawai. Hal tersebut membuat anak-anak yang masih dibawah umur dapat membuka apa
saja yang diinginkan tanpa sepengetahuan orang tua. Selain itu, games juga salah satu dampak negatif
dari gawai. Dari anak-anak bahkan sampai remaja, siapa yang tak kenal yang
namanya games? Banyak sekali
anak-anak atau remaja yang sudah terlalu kecanduan dengan games. Games yang mereka
mainkan juga merupakan permainan yang dapat merubah pola pikir anak-anak kearah
yang negatif, seperti games yang
bersifat kekerasan, tembak-menembak, dan permainan lainnya yang tidak mendidik.
Kids Zaman Now Cerdas
dalam Menggunakan Gawai
Mengingat penggunaan gawai mulai
disalahgunakan, mari mulai saat ini cerdas dan bijak dalam menggunakan gawai.
Sebagai “kids zaman now” yang cerdas
kita juga harus cerdas dalam menggunakan gawai dan dapat membagi-bagi waktu
dalam menggunakan gawai, juga tidak terpengaruhi oleh hal-hal negatif pada
gawai.
Banyak hal positif yang dapat dilakukan dalam
memanfaatkan gawai, seperti bergabung di grup sosial. Grup tersebut dapat
menampung siswa-siswa volunteer yang
ingin membantu sesama. Membuat grup diskusi belajar, komunitas generasi muda
untukmembahas program atau kegiatan yang dapat memajukan negara, dan berbagai
komunitas lainnya. Kids zaman now
akan memanfaatkan gawai sebaik mungkin untuk bertukar pendapat, menambah
wawasan, dan tentu saja menambah teman.
Hal lainnya yang lebih penting adalah cerdas
dalam menanggapi berita hoaks. “Kids zaman
now” harus mampu memilah semua berita yang diterima melalui gawai. Tidak
semua berita yang diterima adalah benar. Sebagai generasi muda kita harus mampu
menjadi penerima berita yang cerdas pula dengan memeriksa dan mencari tahu
kembali berita yang diterima. Tidak serta merta meyakini suatu berita tanpa
mencari tahu kebenaran dari informasi atau berita tersebut.
Jika “kids
zaman now” cerdas dan bijak dalam
menggunakan gawai, mereka juga dapat menghasilkan uang, salah satunya yaitu
bisnis startup. Startup adalah sebuah bisnis yang baru dirintis yang berkaitan
teknologi, web, internet. di akhir
tahun 2000, bisnis star-up sudah
lebih banyak muncul dan bahkan mulai menghasilkan penghasilan.
Berdasarkan riset Michael Cogen Group tentang pengaruh psikologis anak dikaitkan
dengan rentang waktu penggunaan internet, 60% anak-anak yang berusia 12 tahun
lebih memilih untuk bermain dengan gawai dari pada bermain dengan temannya.
Bahkan akademi anak-anak di Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak Canada
menegaskan bahwa anak yang berusia 0-2 tahun tidak boleh bermain dengan gawai
sama sekali, anak yang berusia 3-5 tahun harus dibatasi dalam penggunaan gawai
1 jam per hari, sedangkan anak yang berusia 6-18 tahun hanya dibatasi 2 jam
saja per hari.
Upaya mengurangi durasi penggunaan gawai pada
anak-anak dapat dimulai dengan keikutsertaan orang tua yang bijak dan cerdas
memantau anak dalam menggunakan gawai. Pemerintah juga memiliki peran yang
tidak kalah penting dalam memantau pengunaan dan situs-situs yang tersedia di
gawai khususnya bagi anak-anak di bawah umur. Memblokir atau mengunci semua
situs internet yang dirasa memberikan dampak negatif pada anak. Sebaliknya,
pemerintah dapat memperbanyak situs-situs pendidikan yang mampu membuat
generasi muda semakin penuh dengan ilmu pengetahuan.
Dengan kerja sama antara
orang tua dan pemerintah, generasi muda Indonesia akan mampu membentengi diri
dari dampak negatif penggunaan gawai. Kids
zaman now di Indonesia akan menjadi anak-anak cerdas yang mampu
memanfaatkan gawai dengan cerdas dan bijak. Generasi muda yang cerdas akan
menjadi calon pemimpin bangsa yang bermoral dan berakhlak yang nantinya ikut
memajukan negara Indonesia.
Harapan penulis, anak-anak hingga remaja
gunakanlah gawai seperlunya dan sebaik mungkin. Manfaatkan gawai untuk
menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi diri sendiri dan orang
lain. Cerdaslah dalam memilah berita yang ada di media sosial dan gunakan gawai
dengan durasi yang sesuai dengan jam belajar.
Oleh: Firli Affini Zahman


0 komentar:
Posting Komentar