https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Bulan_Asia_Wikipedia




Opini

Vlog dan Youtube di Era Milenial



Hello, what’s up guys? Kembali lagi di vlog aku..... bla...bla...bla.” Siapa yang tak tahu sapaan itu. Anak muda zaman sekarang pasti tidak asing dengan kalimat tersebut. Sapaan tersebut biasa digunakan oleh Vloger ataupun YouTuber di zaman sekarang sebagai pembuka video. Vlog ataupun Video-blog adalah blog “hidup” yang disampaikan melalui video yang ditayangkan secara menarik oleh Vloger ataupun YouTuber.

Vloger sudah sangat banyak dijumpai di YouTube. Mulai dari yang viewernya masih sedikit hingga yang sudah terkenal dan mepunyai banyak viewers. Viewersnya pun tak tanggung-tanggung, bisa jadi total viewnya mencapai puluhan juta. Sangat banyak pula jenis konten videonya mulai dari gaming, hype beast, food vlogging, beauty vlog, hingga daily vlog.

 Karena makin maraknya dunia maya, internet, dan juga YouTube tentunya pasti akan memiliki dampak positif maupun negatifnya. Dan hal itu lah yang harus kita amati. YouTube memang dan pasti memiliki segudang manfaat yang dapat kita ambil. Seperti pendidikan atau edukasi, tutorial guide, humor, dan juga sebagai sarana hiburan. Tapi jauh dari hal tersebut YouTube juga memiliki sisi negatif yang banyak pula. Yang apabila kita tidak tepat penggunaannya pasti akan merugikan diri sendiri.

Banyak sekali hal yang bisa kita ambil dari YouTube, kita dapat dengan mudah mengaksesnya asalkan tersedia layanan internet. Bahkan sekarang sudah ada mode offline nya. Hingga munculah slogan “YouTube lebih baik dari TV”. Dengan mudahnya kita bisa menonton vlog-vlog terbaru dari YouTuber favorit kita. Dengan mudahnya kita bisa memutar lagu lewat YouTube, dengan mudahnya kita bisa mencari tutorial, edukasi, dan juga hiburan. Dan dengan mudahnya juga bisa teraksesnya pornografi dan pornoaksi. Hal negatif inilah yang harus kita hindari dan awasi adik, teman atau pun kerabat kita dari hal-hal negatif. Mulai dari penipuan, hoax dan pencemaran nama baik terdapat pula di YouTube.

Selain itu, banyak juga YouTuber yang penggunaan katanya masih kurang sopan dan tak patut dicontoh. Bukan hanya perkataan, tetapi juga attitude dan perbuatan yang mereka tontonkan lewat vlog. Akan tetapi, tidak semua vloger seperti itu, sangan banyak vloger-vloger yang sikap dan bahasanya sopan. Konten-kontenya juga seru-seru, bermanfaat, dan menghibur tentunya.

Terlepas dari hal negatif, vloger pun mendapatkan hasil atau upah dari YouTube. Mereka mendapat penghasilan melalui iklan yang ditayangkan atau disematkan pada video mereka. Penghasilannya pun lumayan hingga jutaan rupiah. Bahkan ada yang membeli mobil mewah dari hasil nge-vlog. Makanya banyak vloger yang meninggalkan pekerjaan lamanya dan lebih fokus nge-YouTube ataupun sebagai content creator.

Mulai dari YouTube mereka bisa terkenal dan bisa memulai usaha di bidang lain. Misalnya menulis buku, membuka usaha kuliner, bisnis endorsment, dan lainnya. Bahkan ada beberapa YouTuber besar yang mempunyai Management Official yang mengurus keperluan aktivitas YouTube mereka.

Pada initinya Youtube memliki sisi positif maupun negatif. Kita sebagai netter harus bijak memilih langkah mana yang ingin diikuti. Karena vloger-vloger ibu kotalah yang mem-booming-kan vlog seperti sekarang ini sehingga daerah-daerah luar Jakarta pun tahu apa itu vlogging. Sehingga terlahirlah vloger-vloger lokal yang kontennya juga tak kalah menarik dari vloger ibu kota. Karena Vlog dan YouTube juga yang membuat masyarakat Indonesia semakin sadar akan komunikasi lewat teknologi itu penting dan akan sangat berguna. Dan yang terakhir Vlog juga bisa menjadi sarana dan media untuk mengasah kreativitas anak bangsa.

Penulis: Muhammad Hilal Hazaa
Siswa Kelas XII IPA Kuta Alam, SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe

About Dewi Puspita Sari

Guru Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.