
Belum lengkap rasanya seorang
muslim mengejar dunia tanpa mengejar akhirat karena kebahagian dunia tidak
mencerminkan kebahagian akhirat,dunia dan akhirat dua negeri yang berbeda yang
sama-sama harus diperjuangkan memperjuangkan dunia tampa memperjuangkan akhirat
bagaikan usaha tampa doa dan memperjuangkan akhirat tampa memperjuangkan dunia
bagaikan doa tanpa usaha
Semua kita mencari
kenyamanan dalam hidup ini tapi lupa akan keamanan, seorang yang membeli barang
mewah dengan uang yang tidak halal tentu ia akan merasa nyaman namun ia tidak
merasa aman, untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan seorang muslim harus
mengikuti jejak nabi muhammad, sahabat, dan para ulama.
Dewasa ini sering
sekali kita mendengar yang bahwa dunia dan akhirat dua alam yang berbeda yang
tidak mungkin untuk disatukan, seseorang yang melanjutkan pendidikannya kedayah
maka ia diistilahkan dengan anggapan kameakhirat
dan yang melanjutkan pendidikannya keperguruan tinggi maka ia diistilahkan
dengan aggapan kamedonya bahkan
banyak diantara kita ingin keperguruan tinggi karena menilai dunia dayah tidak
bermasa depan, tuduhan-tuduhan kepada lulusan dayah tidak bermasa depan inilah
yang membuat seakan pendidikan dayah dan pendidikan umum tidak pernah dapat
disatukan.
Apa sebenarnya yang
dimaksud dengan masa depan? Mendapatkan SK PNS kah atau diterima diperusahaan
yang bergaji jutaan, anggapan masa depan dengan SK PNS dan bekerja di
perusahaan besar juga tidak boleh divonis salah namun hakikat masa depan ialah
saat kita dipersidangkan Allah nanti diakhirat, ilmu bermanfaatlah yang menjadi
salah satu penolong kita salah satu penolong kita, maka jika itu yang dikatakan
masa depan tidak ada hubungannya dengan gelar sarjana, SK PNS, lulusan dayah
atau perguruan tinggi jika memiliki akhlak yang mulia, mengerjakan amalan
saleh, maka akan memperoleh kesuksesan diakhirat kelak.
Ada pula diantara kita
yang ingin kedayah saja karena menilai perguruan tinggi dapat menjauhkan diri
dari kehadiran ilahi, semua anggapan yang berkembang dalam masyarakat sejatinya
semua manusia ini ingin mencari kebahagiaan di dunia dan akhirat akan tetapi
karena manusia ini lalai terkadang salah jalan sehingga sesuatu yang benar
dianggap salah dan sesuatu yang salah dianggap benar, maka dari itu dalam islam
sangat dianjurkan untuk saling menasehati, saling mengajak pada jalan-jalan
yang diridhai Allah sehingga kita semua hidup dalam kemenangan, sebagaimana
firmannya Demi masa, sesungguhnya manusia
berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk
kesabaran
Dunia ini alam yang
fana yang tidak ada sesuatu apapun yang kekal, pangkat, jabatan, dan harta yang
melimpah, itu semua hanya godaan dunia hingga seorang muslim terjerumus kedalam
lubang kemaksiatan. Syekh Nawawi Al-bantani dalam kitabnya SASHAIHUL IBBAD, menuliskan
perkataan Ustman bin Affan, Saya heran
tingkah laku manusia, yang tau mati tapi acuh terhadapnaya, tau dunia akan
binasa tapi senang terhadapnya, tau neraka tapi senang berbuat dosa, dan tau
surga tapi lebih mencintai penghidupan dunia.
Allah SWT menciptakan
dunia dan akhirat sebagai dua alam yang berbeda, dimana dunia negeri bercocok
tanam dan akhirat alam menuai hasil yang ditanam, mengejar dunia tampa mengejar
akhirat sangatlah rugi bagi seorang muslim karena alam yang utuh dan kekal
adalah akhirat. Keinginan untuk menjadi seorang muslim yang sempurna selalu
dibayang-bayangi oleh rasa putus asa sehingga dunia dan akhirat menjadi dua hal
yang bertolak belakang yang tidak mungkin untuk disatukan.
Mengikuti
jejak ulama
Diakhir zaman ini
banyak orang yang tidak lagi mengikuti jejak ulama, tak lagi merujuk kepada
para ulama dan tidak lagi menjadikan ulama sebagai sosok yang harus diikuti dan
didengar tutur nasehatnya, manusia saat ini lebih banyak mendengar nasehat
artis ketimbang ulama, lebih mencintai artis dan menyukai artis ketimbang
ulama, karena mereka lebih banyak condong mengikuti hawa nafsu daripada hal-hal
mulia yang dianjurkan agama dan karena memang sifat manusia yang lebih suka
dihancurkan oleh pujian daripada diselamatkan oleh kritikan, kritikan lebih
dinggap celaan dan pujian lebih dianggap rahmat walau terkadang malah
menyesatkan.
Sering sekali orang
merasa tidak nyaman dan tidak sabar saat menerima pelajaran tapi saat mendengar
artis, menonton bola, dan duduk-duduk santai di warung kopi tidak terasa walau
itu berjam-jam lamanya. Begitulah cara syetan menghiasi kebathilan menjadi
sesuatu yang tampak benar dan menghiasi kebenaran menjadi sesuatu yang tampak tidak
menarik dan membosankan, namun demikian tentu Allah memberikan kebaikan dan
hidayahnya kepada siapa yang benar-benar dikehendakinya menjadi manusi-manusi
beruntung. Alangkah beruntung mereka yang menjadi orang-orang yang telah
dipilih Allah menjadi orang yang meraih kemenangan yang selalu duduk dan
mendengar nasehat ulama, orang yang senantiasa mengikuti jejak para ulama sama
dengan mereka mengikuti jejak para nabi , karena para ulama adalah pewaris para
ambiya. Berapa banyak kita hari ini yang tidak lagi mengikuti para ulama
seperti suka memilah-milah antara dunia dan akhirat, yang padahal ulama adalah
sosok yang berhasil menyatukan antara dunia dan akhirat yang menjadi satu paket
yang berbuah hasil manis kelak diakhirat.
Para ulamalah yang
telah berhasil mengejar dunia dan mengejar akhirat, kenapa kita malah bersikap
dunia dan akhirat seakan tak ada kesempatan untuk disatukan, kenapa kita hari
ini kita berkiblat kepada mereka yang bukan siapa-siapa, sehingga pantas untuk
diikuti. Hari ini banyak diantara kita yang lupa bahwa para ulama adalah
pewaris para ambiya, lupa bahwa ulama adalah sosok yang harus diikuti, didengar
dan diikuti supaya kita layak disebut muslim yang memang benar-benar muslim.
Mengejar
dunia dan mengejar akhirat
Dalam islam alam akhirat
ialah alam yang diimani keberadaannya, sehingga dunia dan akhirat bukanlah dua
alam yang dibeda-bedakan, mengejar dunia dan mengejar akhirat adalah solusi
cerdas untuk menjadi seorang muslim yang benar-benar muslim, untuk mencapai
ridha Allah tidak hanya dengan cara bersedekah, berdoa, berpuasa, berzikir,
berselawat dan umrah tapi juga bisa digapai dengan hal-hal yang berbaur dunia
makan misalnya, seandainya seorang muslim berniat dalam hatinya ya Allah
jadikan makanan ini sebagai sumber tenaga untuk ku supaya aku dapat
menghambakan diri kepadamu ya Allah, maka dengan makanan itu ia juga akan
mendapat rahmat diakhirat dan dunia, nabi pernah bersabda Berapa banyak orang yang melakukan amalan dunia karena baik niat jadi
amalan akhirat dan berapa banyak orang yang melakukan amalan akhirat karena
buruk niat jadi amalan dunia.
Ridha Allah adalah hal
yang rahasia yang tidak mampu kita tebak dan menerka-nerkanya, terkadang ridha
Allah diletakkan pada hal-hal sepele yang tidak kita duga-duga, menjadikan
hal-hal yang tampak dunia untuk menua hasil manis di akhirat mungkin ini solusi
singkat agar kita semua menjadi orang-orang yang beruntung.
Imam syafi’i adalah tokoh
besar dalam perkembangan islam, beliau mengarang puluhan bahkan ratusan kitab,
tapi siapa sangka Allah meridhai beliau pada seekor lalat yang jatuh ketinta
beliau lalu beliau selamatkan lalat tersebut. Sering bersedekah, membaca
al-quran, dan berdoa itu bukan patokan seseorang mengejar akhirat, begitu juga
dengan menjadi guru seni, guru sejarah, guru matematika itu juga bukan patokan
seseorang mengejar dunia, akan tetapi yang menjadi penilaian besar adalah niat
didalam hati untuk apa perbuatan itu dilakukan, andai berniat baik maka
kebaikan yang akan dirasakan walau itu perbuatan yang condong keduniawi dan
andai berniat buruk maka keburukan pula yang akan dituai walau itu perbuatan
yang mengarah keukhrawi. Mudah-mudahan kita semua menjadi orang-orang yang
berhasil dalam mengejar dunia dan mengejar akhirat. Amin.


0 komentar:
Posting Komentar