https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Bulan_Asia_Wikipedia




Esai Guru

GURU; MENGAJAR DUNIA DAN MENGAJAR AKHIRAT


Hasil gambar untuk GURU; MENGAJAR DUNIA DAN MENGAJAR AKHIRAT

Belum lengkap rasanya seorang muslim mengejar dunia tanpa mengejar akhirat karena kebahagian dunia tidak mencerminkan kebahagian akhirat,dunia dan akhirat dua negeri yang berbeda yang sama-sama harus diperjuangkan memperjuangkan dunia tampa memperjuangkan akhirat bagaikan usaha tampa doa dan memperjuangkan akhirat tampa memperjuangkan dunia bagaikan doa tanpa usaha

Semua kita mencari kenyamanan dalam hidup ini tapi lupa akan keamanan, seorang yang membeli barang mewah dengan uang yang tidak halal tentu ia akan merasa nyaman namun ia tidak merasa aman, untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan seorang muslim harus mengikuti jejak nabi muhammad, sahabat, dan para ulama.

Dewasa ini sering sekali kita mendengar yang bahwa dunia dan akhirat dua alam yang berbeda yang tidak mungkin untuk disatukan, seseorang yang melanjutkan pendidikannya kedayah maka ia diistilahkan dengan anggapan kameakhirat dan yang melanjutkan pendidikannya keperguruan tinggi maka ia diistilahkan dengan aggapan kamedonya bahkan banyak diantara kita ingin keperguruan tinggi karena menilai dunia dayah tidak bermasa depan, tuduhan-tuduhan kepada lulusan dayah tidak bermasa depan inilah yang membuat seakan pendidikan dayah dan pendidikan umum tidak pernah dapat disatukan.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan masa depan? Mendapatkan SK PNS kah atau diterima diperusahaan yang bergaji jutaan, anggapan masa depan dengan SK PNS dan bekerja di perusahaan besar juga tidak boleh divonis salah namun hakikat masa depan ialah saat kita dipersidangkan Allah nanti diakhirat, ilmu bermanfaatlah yang menjadi salah satu penolong kita salah satu penolong kita, maka jika itu yang dikatakan masa depan tidak ada hubungannya dengan gelar sarjana, SK PNS, lulusan dayah atau perguruan tinggi jika memiliki akhlak yang mulia, mengerjakan amalan saleh, maka akan memperoleh kesuksesan diakhirat kelak.

Ada pula diantara kita yang ingin kedayah saja karena menilai perguruan tinggi dapat menjauhkan diri dari kehadiran ilahi, semua anggapan yang berkembang dalam masyarakat sejatinya semua manusia ini ingin mencari kebahagiaan di dunia dan akhirat akan tetapi karena manusia ini lalai terkadang salah jalan sehingga sesuatu yang benar dianggap salah dan sesuatu yang salah dianggap benar, maka dari itu dalam islam sangat dianjurkan untuk saling menasehati, saling mengajak pada jalan-jalan yang diridhai Allah sehingga kita semua hidup dalam kemenangan, sebagaimana firmannya Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran

Dunia ini alam yang fana yang tidak ada sesuatu apapun yang kekal, pangkat, jabatan, dan harta yang melimpah, itu semua hanya godaan dunia hingga seorang muslim terjerumus kedalam lubang kemaksiatan. Syekh Nawawi Al-bantani dalam kitabnya SASHAIHUL IBBAD, menuliskan perkataan Ustman bin Affan, Saya heran tingkah laku manusia, yang tau mati tapi acuh terhadapnaya, tau dunia akan binasa tapi senang terhadapnya, tau neraka tapi senang berbuat dosa, dan tau surga tapi lebih mencintai penghidupan dunia.

Allah SWT menciptakan dunia dan akhirat sebagai dua alam yang berbeda, dimana dunia negeri bercocok tanam dan akhirat alam menuai hasil yang ditanam, mengejar dunia tampa mengejar akhirat sangatlah rugi bagi seorang muslim karena alam yang utuh dan kekal adalah akhirat. Keinginan untuk menjadi seorang muslim yang sempurna selalu dibayang-bayangi oleh rasa putus asa sehingga dunia dan akhirat menjadi dua hal yang bertolak belakang yang tidak mungkin untuk disatukan.

Mengikuti jejak ulama
Diakhir zaman ini banyak orang yang tidak lagi mengikuti jejak ulama, tak lagi merujuk kepada para ulama dan tidak lagi menjadikan ulama sebagai sosok yang harus diikuti dan didengar tutur nasehatnya, manusia saat ini lebih banyak mendengar nasehat artis ketimbang ulama, lebih mencintai artis dan menyukai artis ketimbang ulama, karena mereka lebih banyak condong mengikuti hawa nafsu daripada hal-hal mulia yang dianjurkan agama dan karena memang sifat manusia yang lebih suka dihancurkan oleh pujian daripada diselamatkan oleh kritikan, kritikan lebih dinggap celaan dan pujian lebih dianggap rahmat walau terkadang malah menyesatkan.

Sering sekali orang merasa tidak nyaman dan tidak sabar saat menerima pelajaran tapi saat mendengar artis, menonton bola, dan duduk-duduk santai di warung kopi tidak terasa walau itu berjam-jam lamanya. Begitulah cara syetan menghiasi kebathilan menjadi sesuatu yang tampak benar dan menghiasi kebenaran menjadi sesuatu yang tampak tidak menarik dan membosankan, namun demikian tentu Allah memberikan kebaikan dan hidayahnya kepada siapa yang benar-benar dikehendakinya menjadi manusi-manusi beruntung. Alangkah beruntung mereka yang menjadi orang-orang yang telah dipilih Allah menjadi orang yang meraih kemenangan yang selalu duduk dan mendengar nasehat ulama, orang yang senantiasa mengikuti jejak para ulama sama dengan mereka mengikuti jejak para nabi , karena para ulama adalah pewaris para ambiya. Berapa banyak kita hari ini yang tidak lagi mengikuti para ulama seperti suka memilah-milah antara dunia dan akhirat, yang padahal ulama adalah sosok yang berhasil menyatukan antara dunia dan akhirat yang menjadi satu paket yang berbuah hasil manis kelak diakhirat.

Para ulamalah yang telah berhasil mengejar dunia dan mengejar akhirat, kenapa kita malah bersikap dunia dan akhirat seakan tak ada kesempatan untuk disatukan, kenapa kita hari ini kita berkiblat kepada mereka yang bukan siapa-siapa, sehingga pantas untuk diikuti. Hari ini banyak diantara kita yang lupa bahwa para ulama adalah pewaris para ambiya, lupa bahwa ulama adalah sosok yang harus diikuti, didengar dan diikuti supaya kita layak disebut muslim yang memang benar-benar muslim.

Mengejar dunia dan mengejar akhirat
Dalam islam alam akhirat ialah alam yang diimani keberadaannya, sehingga dunia dan akhirat bukanlah dua alam yang dibeda-bedakan, mengejar dunia dan mengejar akhirat adalah solusi cerdas untuk menjadi seorang muslim yang benar-benar muslim, untuk mencapai ridha Allah tidak hanya dengan cara bersedekah, berdoa, berpuasa, berzikir, berselawat dan umrah tapi juga bisa digapai dengan hal-hal yang berbaur dunia makan misalnya, seandainya seorang muslim berniat dalam hatinya ya Allah jadikan makanan ini sebagai sumber tenaga untuk ku supaya aku dapat menghambakan diri kepadamu ya Allah, maka dengan makanan itu ia juga akan mendapat rahmat diakhirat dan dunia, nabi pernah bersabda Berapa banyak orang yang melakukan amalan dunia karena baik niat jadi amalan akhirat dan berapa banyak orang yang melakukan amalan akhirat karena buruk niat jadi amalan dunia.

Ridha Allah adalah hal yang rahasia yang tidak mampu kita tebak dan menerka-nerkanya, terkadang ridha Allah diletakkan pada hal-hal sepele yang tidak kita duga-duga, menjadikan hal-hal yang tampak dunia untuk menua hasil manis di akhirat mungkin ini solusi singkat agar kita semua menjadi orang-orang yang beruntung.

Imam syafi’i adalah tokoh besar dalam perkembangan islam, beliau mengarang puluhan bahkan ratusan kitab, tapi siapa sangka Allah meridhai beliau pada seekor lalat yang jatuh ketinta beliau lalu beliau selamatkan lalat tersebut. Sering bersedekah, membaca al-quran, dan berdoa itu bukan patokan seseorang mengejar akhirat, begitu juga dengan menjadi guru seni, guru sejarah, guru matematika itu juga bukan patokan seseorang mengejar dunia, akan tetapi yang menjadi penilaian besar adalah niat didalam hati untuk apa perbuatan itu dilakukan, andai berniat baik maka kebaikan yang akan dirasakan walau itu perbuatan yang condong keduniawi dan andai berniat buruk maka keburukan pula yang akan dituai walau itu perbuatan yang mengarah keukhrawi. Mudah-mudahan kita semua menjadi orang-orang yang berhasil dalam mengejar dunia dan mengejar akhirat. Amin.

About Indeks

Situs ini pertama kali diindeks oleh Google pada Januari 2012. Koneksi Anda ke situs ini aman.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.