Dian seorang perancang busana
muslimah. Ia lulusan dari Moon School of Fasion Design, Sejak tamat
dari Moon School of Fasion Design, Dian memantapkan kariernya
sebagai desainer busana muslimah. Rancangannya lolos audisi di komunitas
perancang busana muslimah dan ia meraih gelar Perancang Busana Musiah Muda
Berbakat. Namun, Sita saingannya, mendapat penghargaan lebih tinggi. Dian pun merasa
tersaingi.
Disana tampak model tampil berbalut bahan batik halus dengan siluet longgar, melayang, asimetris, dan tidak membentuk tubuh. Ia sangat terpesona dan menikmati semua rancangan yang ditampilkan.Di malam itu Dian dianugrahkan sebagai desainer muda berbakat untuk fasion muslimah. Disana juga ia bertemu dengan Sita yang menjadi sainganya di dunia fesyen. Tak lama kemudian rancangan dian lolos audisi. Dia diberi kesempatan untuk magang di Bern, Switzerland. Setelah pulang dari Bern, rancangannya banyak peminta dan terjual habis. Bisnisnya dengan teman-teman di Bern juga semakin berkembang. Akhirnya, Dian bertungan dengan Rafli yang menyukainya dari SMP hingga sampai ia sukses.
Novel ini bertemakan kisah Dian yang menyukai dunia fasion hinnga mendapat gelar perancang busana muslimah berbakat. Gaya bahasa yang digunakan banyak menggunakan bahasa asing namun juga diberi penjelasan. Novel ini memiliki banyak kesalahan penulisan kata alangkah baiknya sebelum menerbitkan novel di edit terlebih dahulu dan lebih baik dilengkapi dengan gambar agar lebih menarik. Novel ini memberikan inspirasi sehingga kita harus terus berusaha walaupun awalnya kita merasa tersaingi, itu dapat menjadi motivasi untuk diri sendiri harus terus berusaha dan jangan mudah menyerah. (Hafira Haura, XII IPA Expose)
Novel ini bercerita kisah hidup
perancang busana muslimah yang bernama Dian Amira. Sejak tamat SMP dia
melanjutkan sekolah kejuruan desain baju. Ilmu yang diperoleh dandikembangkan
dengan teknik mendesin baju-baju muslimah. Sebelum membuka usaha sendiri,
ibunya juga seorang perancang baju muslimah. Usaha ibunya mulai dari sebidang
tanah hingga menjadi butik. Dian melanjutkan usaha butik ibunya yang diberi
nama Dian’s butique. Dian mempunyai asisten yang bernama Nina dan mempunyai dua
orang karyawan. Dia berangkat ke Jakarta diundang untuk mengikuti komunitas
perancang busana muslimah.
Disana tampak model tampil berbalut bahan batik halus dengan siluet longgar, melayang, asimetris, dan tidak membentuk tubuh. Ia sangat terpesona dan menikmati semua rancangan yang ditampilkan.Di malam itu Dian dianugrahkan sebagai desainer muda berbakat untuk fasion muslimah. Disana juga ia bertemu dengan Sita yang menjadi sainganya di dunia fesyen. Tak lama kemudian rancangan dian lolos audisi. Dia diberi kesempatan untuk magang di Bern, Switzerland. Setelah pulang dari Bern, rancangannya banyak peminta dan terjual habis. Bisnisnya dengan teman-teman di Bern juga semakin berkembang. Akhirnya, Dian bertungan dengan Rafli yang menyukainya dari SMP hingga sampai ia sukses.
Novel ini bertemakan kisah Dian yang menyukai dunia fasion hinnga mendapat gelar perancang busana muslimah berbakat. Gaya bahasa yang digunakan banyak menggunakan bahasa asing namun juga diberi penjelasan. Novel ini memiliki banyak kesalahan penulisan kata alangkah baiknya sebelum menerbitkan novel di edit terlebih dahulu dan lebih baik dilengkapi dengan gambar agar lebih menarik. Novel ini memberikan inspirasi sehingga kita harus terus berusaha walaupun awalnya kita merasa tersaingi, itu dapat menjadi motivasi untuk diri sendiri harus terus berusaha dan jangan mudah menyerah. (Hafira Haura, XII IPA Expose)
Identitas Buku
Judul: Geranium blossom
Pengarang: Wylvera W.
Jumlah halaman: 240 halaman
Penerbit: Puspa Populer



0 komentar:
Posting Komentar