Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau biasa disingkat dengan SBMPTN merupakan salah satu jalur bagi pelajar kelas 3 SMA untuk melanjutkan jenjang pendidikan mereka ke tingkat sarjana. Selain jalur SBMPTN, masuk perguruan tinggi bisa ditempuh dengan jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan juga dengan jalur mandiri.
Kabarnya, sistem
SBMPTN di tahun 2019 mendatang akan sangat berbeda dengan sistem di tahun
sebelumya. Pada tahun 2019 mendatang, para pejuang SBMPTN akan mengikuti tes
telebih dahulu, baru kemudian mendaftar ke PTN yang diinginkan. Daya tampung SBMPTN di tahun yang
akan mendatang juga lebih banyak dari tahun sebelumnya, yaitu 40%. Selain itu,
SBMPTN di tahun 2019 memberikan kesempatan tes sebanyak 2 kali bagi setiap
peserta. Dan juga ujian SBMPTN di tahun 2019 berbasis komputer 100%.
Selain
itu, yang diujiankan pada SBMPTN tahun mendatang juga berbeda dengan tahun
sebelumnya. Pada tahun mendatang, ujian terdiri dari Tes Potensi Skolastik
(TKS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) .Berdasarkan situs Quipper, soal TKA di
SBMPTN kali ini mengandung High Order
Thinking Skills yang disingkat dengan HOTS. HOTS
sendiri mencakup logika matematika, critical thinking, dan problem solving skill.
Setelah
mendapatkan kabar tersebut, kebanyakan dari pelajar kelas 3 SMA tidak setuju
dengan kebijakan SBMPTN di tahun depan. Para pelajar menganggap bahwa sistem
SBMPTN tahun 2019 sangatlah ribet.
Meskipun
sistem SBMPTN yang akan mendatang terdengar sedikit ribet, terdapat amat banyak
dampak positif jika diterapkan sistem SBMPTN seperti ini. Sistem SBMPTN di tahun
2019 mendatang sangatlah memudahkan para pelajar, karena diberi kesempatan
kedua jika nilai peserta pada tes pertama di bawah rata-rata. Oleh karena itu,
jika peserta mendapat nilai yang rendah pada tes yang pertama, setiap pelajar
bisa mengevaluasi diri agar siap untuk menghadapi tes yang kedua.
Hal
positif lainnya dari diterapkannya sistem SBMPTN seperti ini adalah setiap
pelajar mengetahui potensi dan kemampuan masing-masing terlebih dahulu, baru
memilih PTN, yang di mana memliki kemungkinan lulus PTN lebih besar. Kecurangan juga
akan berkurang karena ujian SBMPTN berbasis komputer 100%.
Juga
dengan adanya HOTS pada ujian TKA di
SBMPTN kali ini, pelajar lebih dituntut menganalisis soal menggunakan logika,
bukan dengan teori. Ini sangatlah adil terhadap semua pelajar, karena tidak
semua pelajar sanggup dalam menghafal teori.
Selain
itu, sistem SBMPTN ditahun mendatang juga meminimalisir pelajar yang lulus
undangan karena cuci rapor. Hal itu dikarenakan kuota SNMPTN diperkecil dan
diperbanyak di kuota SBMPTN.
Dengan
diterapkan sistem SBMPTN seperti ini, masuk ke PTN di tahun yang akan mendatang
juga lebih selektif dan lebih ketat, yang tentunya bukan hanya bermanfaat bagi
pelajar, tapi juga bermanfaat bagi PTN,
karena sudah selektif memilih calon
mahasiswa. Bukan hanya bermanfaat, tetapi juga lebih adil.
Oleh
karena itu, kebijakan pemerintah terkait sistem SBMPTN yang baru sangatlah bermanfaat
bagi para pelajar karena memiliki banyak
dampak positif. Seharusnya, dari awal berlakunya
SBMPTN sudah diterapkan sistem seperti ini.
Penulis: Batrisya Atikah
Siswi Kelas XII IPA Kuta Alam, SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe
Penulis: Batrisya Atikah
Siswi Kelas XII IPA Kuta Alam, SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe



0 komentar:
Posting Komentar