https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Bulan_Asia_Wikipedia




Esai Guru

MURIDKU


 Hasil gambar untuk MURIDKU
Ada rasa kepuasan tersendiri  ketika menjadi guru yang dapat memberikan ilmu kepada siswa, mempunyai kedekatan emosional yang baik  dan ketika muridku menjadi sahabatku. Itu yang pernah saya rasakan, karena menjadi seorang guru bukan hanya mentransfer ilmu saja, namun menjadi guru yang the best  adalah  dapat merubah si anak dari yang negatif menjadi yang positif. Hal itu menjadi tantangan bagi saya untuk terus menjadi guru yang di idam-idamkan oleh siswa.

Saya ingin berbagi sedikit pengalaman yang mungkin bisa dibilang cukup berkesan dalam hidup saya ketika saya menjadi seorang guru. Sebut saja Firza, dia adalah siswa yang memiliki sikap kepedulian yang sangat tinggi, disamping itu pula,  Firza juga termasuk siswa baik, aktif, dan kritis. Ketika  mengajar dikelasnya banyak tantangan yang harus dilalui salah satunya  metode yang   saya terapkan.

Dikelas tersebut dapat dikatakan bahwa siswa- siswi nya  lumayan pintar, aktif. Dan kalau kurang tepat dalam menghandle dan menggunakan metode maka akan menjadi kelas yang sedikit ribut. Maka pada saat memulai pembelajaran langkah pertama yang saya tempuh adalah dengan memberikan games sekitar 7 menit supaya semua siswa termotivasi nantinya ketika menerima materi yang saya ajarkan.  Ternyata, games yang saya berikan sebagai energizer, malah diminta tambah oleh murid yang bernama Firza, kata dia “gamenya sih seru buk, lanjut aja”. namun saya hanya bilang “sudah dulu nak dipertemuan selanjutnya kita buat lagi tapi Firza yang pimpin”. “Oke never maind”,  katanya.

Masuklah dibagian inti, harapan saya materi tentang gelombang tersampaikan dan dapat dicerna dengan baik oleh siswa tercinta, dengan metode kelompok  dan diskusi, terciptalah suasana kelas aktif dan siswa terlibat sepenuhnya dalam mendiskusikan materi, serta inisiatif dalam mencari sumber referensi tentang gelombang. Ketika diskusi kelompok  berlangsung, terlihat oleh saya ada satu kelompok diskusi yang heboh sekali dan bisa dibilang sedikit ribut.

Ternyata ketua kelompoknya Firza, langsung saya dekati kelompok itu dan menanyakan perihal  tersebut, ketika saya crosscheck rupanya mereka mendiskusikan hal yang lain diluar topik, sehingga yang seharusnya didiskusikan tidak sepenuhnya terselesaikan. Tapi menariknya,  ketua kelompoknya menjawab “tenang buk Zawa, kami akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugas kami, tapi berikan kami tambahan waktu”. Lalu saya jawab, “oke, ibu akan tantang kalian dengan waktu tambahan 5 menit tetapi kalian harus siap”. Kelas kembali kondusif, dan diskusi kelompok terus berlanjut sampai waktu yang saya tentukan.

Sampailah pada tahap yang ditunggu-tunggu, semua kelompok sudah siap untuk persentasi  termasuk kelompok yang sempat membuat keributan. Sebelum persentasi saya memberikan statement bahwa siapa yang pertama tampil maka ibu berikan penambahan nilai +10 untuk kelompok tersebut. Maka siapa sangka! kelompok yang buat keributanlah yang mengacungkan tangannya untuk pertama tampil.

Dengan penuh semangat semua anggota kelompok Firza maju, namun sebelum mereka persentasi sempat terbersit dalam hati saya “ kelompok ini waktu persentasinya pasti kacau balau” ternyata  diluar dugaan saya, persentasi luar biasa dan kelompok lain dibuatnya terpancing untuk aktif bertanya dan kreatifnya kelompok tesebut menggunakan tali yang ada dikelas untuk mendamonstrasikan materi gelombang.

Saya pun mengajukan satu pertanyaan, dan ternyata bisa dijawab juga oleh kelompok tersebut. Diakhir persentasi  saya memberikan apresiasi untuk kelompok tersebut yang luar biasa performance nya. Sebelum ditutup Firza mewakili kelompoknya meminta maaf kepada saya dan kepada kelompok yang lainnya karena sudah membuat keributan dan memberi pesan juga supaya teman yang lain supaya jangan meniru keributan mereka tadi.

Pada saat itu pula terbersit lagi dalam hati saya “ saya bangga punya siswa seperti Firza” walaupun dia sempat membuat keributan tapi dia mampu mempresentasikan tugas kelompoknya dengan sangat baik dan berjiwa besar. Dan setelah itu secara bergilir kelompok lain pun persentasi dengan gaya mereka masing-masing dengan topik yang sama yaitu gelombang.

Saatnya saya mengambil peran sebagai pengamat dan penilai di akhir sesi dengan memberikan pertanyaan dan memberikan kesempatan siapa yang dapat menarik kesimpulan dari materi gelombang yang sudah dipelajari melalui persentasi.

Disitu sangat kelihatan mana siswa yang belajarnya serius dan yang tidak ketika berdiskusi kelompok, mana siswa yang aktif, inisiatif, dan pasif ketika yang lainnya persentasi, Semua itu saya berikan nilai sesuai dengan kemampuan dan kinerja kelompok serta ketika persentasi. Di akhir sesi pun saya memberikan feedback tentang materi tersebut dan apresiasi kepada setiap kelompok , karena semua kelompok berhak mendapatkan itu.

Tidak terasa sesi jam fisika pun berakhir. Sayapun menutup pelajaran pada hari itu. Kemudian ketika saya hendak keluar menuju ke kantor, rupanya ada siswa yang mendatangi saya , katanya, “ buk, saya mau ngomong,, ada apa? Tanya saya, perihal tadi yaa,”ia katanya,,saya mau minta maaf sudah membuat keributan tadi, saya melakukan tadi karena ada sedikit masalah dirumah yang akhirnya berefek ketika belajar, makanya kurang serius.” Ooooh jawab saya, tak jadi masalah yang penting kamu sudah memberikan yang terbaik tadi ketika persentasi, kedepan jangan diulangi lagi”. Makasih bu, jawabnya. Namun saya masih penasaran ada apa dengan Firza ? keingintahuan saya sangat besar.

Keesokan harinya Firza menjumpai saya di kantor guru. Dia menceritakan perihal yang terjadi dikeluarganya. Disaat itulah saya menyadari bahwa tingkah laku Firza kemarin yang kurang baik disebabkan oleh faktor keluarga. Sekarang saya memahami bahwa apapun tingkah siswa yang tidak baik terkadang bukan keinginannya sendiri, namun ada faktor lain. Jadi  kita sebagai guru harus mencari tahu apa yang menyebabkan siswa bertingkah laku kurang baik, seperti membuat keributan, malas belajar, tidak disiplin dan lain sebagainya.

Menjadi guru itu tidak hanya mengajar didalam kelas. Tetapi guru itu harus bisa menjadi sahabat bagi siswanya. Menjadi tempat siswa menyampaikan keluh kesahnya. Dan yang terpenting kita harus bisa memotivasi siswa  untuk menjadi lebih baik, dan tentunya kita sebagai guru harus terus belajar dari setiap kesalahan serta menjadi panutan bagi siswa. Dengan begitu kita akan senantiasa dikenang sampai kapanpun oleh siswa kita.
 Oleh: Zawahir

About Indeks

Situs ini pertama kali diindeks oleh Google pada Januari 2012. Koneksi Anda ke situs ini aman.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.