https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Bulan_Asia_Wikipedia




Opini

Perundungan Apa Untungnya?




                                                          
Dewasa ini aksi bullying atau perundungan semakin marak di lingkungan kita. Mulai dari kalangan anak kecil, remaja, hingga orang dewasa. Bisa dilihat dari kasus-kasus pelajar yang tawuran di mana-mana. Tampaknya bullying bukan lagi suatu hal yang tabu di kalangan remaja. Tanpa sedikit pun rasa bersalah mereka mengejek, menyakiti bahkan menyiksa teman seusianya. Hal ini menunjukkan betapa mirisnya pendidikan karakter di negara kita saat ini.

Bullying sendiri merupakan tindakan merendahkan orang lain yang dianggap lebih lemah. Tiga bentuk tindakan bullying yaitu secara verbal, psikologis, dan fisik. Yang pertama secara verbal yaitu pelaku merendahkan, menghina, membentak dengan kata-kata kasar. Secara psikologis pelaku mempermalukan serta menyebar fitnah target yang mereka incar. Terakhir secara fisik, yaitu pelaku menyakiti fisik si korban misalnya memukul, menampar, mendorong dan lain-lain.

            Penyebab kasus bullying sendiri pada umumnya berawal dari pelaku yang merasa dirinya paling berkuasa dan merasa hebat jika melakukan kekerasan terhadap korban. Penyebab lainnya yaitu perilaku korban yang dianggap salah oleh pelaku sehingga memancing si pelaku untuk melakukan tindakan bullying.

            "Bullying", satu kata yang berdampak besar bagi korban maupun pelakunya. Korban bullying pasti akan kehilangan kepercayaan diri, takut untuk mengemukakan pendapatnya, dan dominan menutup diri dari kehidupan bermasyarakat. Dan lebih parahnya lagi korban bisa stress hingga depresi. Umumnya pelaku bullying berpotensi menjadi perilaku kriminalitas. Mereka merasa paling benar, padahal tindakannya tidak mencerminkan bahwa dirinya benar.

            Menurut saya, kebiasaan bullying harus dihapuskan mulai sekarang. Bullying benar-benar tidak sehat bagi kelangsungan kehidupan negara kita. Generasi muda sekarang sudah lupa cara menghargai orang lain. Meskipun sulit untuk dihilangkan, setidaknya bisa diminimalisasi dengan meningkatkan sikap menghargai orang lain dimuali dari diri kita sendiri.

            Peran orang tua juga sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter anak yang baik. Anak-anak khususnya remaja cenderung mencerminkan perilaku orang-orang di lingkuran keluarganya dalam kehidupan sehari-hari. Perhatian dari keluarga khususnya orang tua sangat dibutuhkan. Anak-anak yang mendapatkan perhatian yang cukup dari keluarga dan orangtua umumnya tumbuh menjadi anak yang baik, berakal sehat, dan tentu jauh dari sikap "pem-bully"-an.

            Sebagai remaja yang baik, seharusnya kita sadar bahwa bullying atau perundungan bukanlah hal yang sepatutnya dilakukan. Banyak hal baik yang bisa kita lakukan, bukan? Mari ciptakan kehidupan bermasyarakat  yang nyaman tanpa bullying. Stop mengomentari kekurangan orang lain! Mulailah melihat kekurangan diri sendiri, lalu perbaiki. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nilai diri sendiri terlebih dahulu sebelum menilai orang lain. Ambil sisi positif dan buang sisi negatifnya. Mulailah jadi manusia yang sehat hati, pikiran, dan perbuatan.


Penulis: Annisa Fitri Mulyani
Siswi Kelas XII IPA Kuta Alam, SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe

About Dewi Puspita Sari

Guru Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.