https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Bulan_Asia_Wikipedia




Esai Siswa

Smartphone dan Generasi Bangsa



Hasil gambar untuk Smartphone dan Generasi Bangsa
Zaman sekarang, teknologi berkembang begitu pesatnya. Teknologi diciptakan untuk mempermudah urusan manusia dan mempermudah segala sesuatunya. Berbagai macam jenis teknologi yang tidak terhitung jumlahnya dapat kita jumpai di zaman modern ini mulai dari smartphone, laptop, dan sebagainya.
Namun, walaupun pada awalnya teknologi diciptakan untuk menghasilkan dampak positif, di sisi lain teknologi juga memberikan dampak negatif. Contohnya, seperti smartphone. Dalam kasus maraknya penggunaan smartphone di kalangan siswa/i SD, timbul dampak negatif yang diakibatkan oleh penggunaan smartphone di kalangan SD. Dampak negatif yang ditimbulkan seperti, menjadikan kecanduan terhadap anak-anak di bawah umur, tingkat keinginan belajar menurun saat di sekolah maupun di rumah dan anak-anak akan malas bergerak.
Bahkan banyak orang tua yang memberikan smartphone secara bebas tanpa pengawasan kepada anak mereka yang masih balita tanpa menyadari bahaya yang mengancam kehidupan anak-anak mereka di masa depan. Banyak sekali dampak buruk smartphone bagi anak balita, namun orang tua zaman sekarang meskipun sudah tahu tetapi mungkin karena rasa sayang pada anaknya tetap saja meminjamkan atau bahkan memberikan smartphone maupun tablet khusus pada mereka yang masih balita.
Darurat Smartphone di Negeri Sendiri
Di Indonesia, banyak sekali siswa/i yang masih SD yang berkisar umur 7-12 tahun dibebaskan untuk memainkan berbagai jenis smartphone. Padahal anak anak di bawah umur belum begitu penting untuk memiliki atau menggunakan smartphone untuk membantu pekerjaan sehari harinya. Lain halnya remaja atau orang dewasa yang lebih membutuhkan smartphone sebagai media untuk mencari informasi maupun memberikan informasi. 
Alasannya yang paling umum yang sering dijumpai adalah untuk membuat anak dapat duduk tenang dan tidak mengganggu kegiatan orang tua. Alasan lain adalah untuk membahagiakan anak dengan memberikan dia hadiah gawai tersebut pada saat ulang tahunnya, yaitu dengan mengisi gawai tersebut dengan berbagai macam game, video dan aplikasi pembelajaran.
Smartphone/ponsel cerdas dapat dibedakan dengan telepon genggam biasa dengan dua cara fundamental, yakni bagaimana mereka dibuat dan apa yang mereka dapat lakukan (David Wood, Wakil Presiden Eksekutif PT Symbian OS)
Smartphone adalah telepon selular dengan mikroprosesor, memori, layar dan modem bawaan. Smartphone merupakan ponsel multimedia yang menggabungkan fungsionalitas PC dan handset sehingga menghasilkan gawai yang mewah, di mana terdapat pesan teks, kamera, pemutar musik, video, game, akses email, tv digital, searchengine, pengelola informasi pribadi, fitur GPS, jasa telepon internet dan bahkan terdapat telepon yang juga berfungsi sebagai kartu kredit (Williams & Sawyer (2011)).
Smartphone didefinisikan sebagai perangkat ponsel yang memiliki fitur-fitur yang melebihi ponsel pada umumnya, hal ini ditandai dengan keberadaan fitur tambahan selain komunikasi, seperti PIM, dukungan penambahan aplikasi, serta memiliki sistem operasi yang mendukung berbagai fitur multimedia dan kebutuhan bisnis (Ridi Ferdiana, ST, MT (2008) ). 
Dampak Buruk Smartphone
Dampak buruk smartphone yang pertama adalah sudah menjadi kebiasaan seorang anak untuk terus bergerak, lari-larian, melompat, menari dan bermain untuk membatu pertumbuhan fisik yang sehat dan juga kuat. Namun, anak-anak sekarang terlalu nyaman bermain gawai yang sudah pasti hanya duduk diam dan ini tentu memiliki dampak buruk bagi anak. Jika hal tersebut terlalu sering terjadi, maka dapat saja anak jadi obesitas. Cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan tidak memberikan gawai atau smartphone kepada si anak, dan memperkenalkan permainan zaman dahulu yang tidak kalah menarik dan menyenangkan.
Yang kedua adalah terlalu lama bermain smartphone dapat menyebabkan sakit pada beberapa bagian tubuh, seperti pada bahu, leher, punggung, tangan dan jari, hal ini disebabkan karena bermain smartphone terlalu lama dengan posisi yang sama atau tidak berubah-ubah, cara menghilangkan sakit tersebut dengan bergerak.
Belakangan ini, penggunaan gawai tidak saja menjadi dominasi orang dewasa. Smartphonetabletnotebook dan aneka gawai lainnya juga sudah jamak digunakan anak-anak kita. Fenomena ini paling mudah kita temui pada anak yang berasal dari keluarga berada di mana gawai bukan lagi menjadi barang mewah bagi mereka. Sebagian lagi anak memang difasilitasi oleh orang tuanya untuk sibuk ber-gawai ria agar orang tua lebih leluasa beraktivitas tanpa perlu terus-terusan mendampingi anaknya. Ada juga orang tua yang mungkin bermaksud mengenalkan teknologi gawai itu sejak dini kepada anak-anaknya.
Anak-anak yang sedang berada dalam masa serba ingin tahu juga akan senang jika dihadiahkan gawai oleh orang tuanya. Apalagi dengan perkembangan teknologi informasi, anak-anak sekarang ini rasanya jauh lebih “sadar teknologi” dibanding generasi-generasi di belakangnya. Saya perhatikan anak-anak sekarang dapat dengan mudah mengakses aplikasi dalam gawai yang baru didapatinya. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menguasai fitur-fitur gawai tersebut.
Memang di satu sisi, ada beberapa manfaat bagi anak yang sejak dini sudah berkenalan dengan gawai. Paling tidak sejak awal anak sudah familiar dengan teknologi. Kemudian beberapa vendor sudah membuat aplikasi game khusus untuk mengasah daya pikir anak Seperti: puzzlegame kata, dan game sejenis. Anak-anak yang senang bermain gawai juga akan betah di rumah, ini adalah keuntungan buat orang tua yang sibuk. Jika anak berada di rumah, orang tua akan lebih leluasa melakukan kegiatannya. Beberapa orang tua juga membelikan anak-anaknya handphone, agar mudah memonitor keberadaan anak mereka. Di daerah-daerah yang rawan terjadi penculikan anak, membiasakan anak untuk berkomunikasi dengan HP akan cukup membantu orang tua mengawasi anak-anaknya.
Tetapi di sisi lain, pemakaian gawai sejak usia dini juga dapat membawa dampak negatif psikis bagi anak-anak, baik bahaya yang langsung kelihatan maupun bahaya yang dampaknya jangka panjang. Bahaya gawai terhadap psikis anak-anak:
Risiko radiasi elektromagnetik,berbeda dengan orang dewasa, tubuh anak-anak terutama anak yang berusia di bawah lima tahun sangat sensitif terhadap risiko bahaya dari lingkungannya. Kemampuan psikomotorik berkurang,menghabiskan waktu dengan gawai membuat kemampuan anak yang lain kurang berkembang, salah satunya adalah kemampuan psikomotorik anak. Padahal semestinya usia anak-anak adalah usia untuk mengeksplor seluruh bakat psikomotorik yang dimilikinya, seperti menggambar, bernyanyi, bermain bersama rekan sebaya dan kegiatan lainnya. Saat melakukan aktivitas fisik seperti ini, sejumlah kemampuan lain juga akan diasah sekaligus. Seperti saat menggambar, anak juga belajar mengembangkan otak kanannya. Saat bermain bersama rekan sebaya, anak akan belajar mengasah keterampilan sosialnya.
Kesulitan beradaptasi dengan materi pelajaran, Aplikasi-aplikasi dan sistem operasi pada gawai menyajikan interaksi multimedia yang memikat. Permainan warna, animasi ditambah suara membuat anak betah berlama-lama di depan layar gawai. Pada saat masa sekolah tiba, anak yang terbiasa berinteraksi dengan gawai akan menemui kesulitan untuk menyerap materi pelajaran sekolah yang cenderung statis. Teks hitam putih, tanpa animasi, tanpa suara. Apalagi berhadapan dengan guru yang kurang lihai mengemas mata pelajaran menjadi menarik. Ini dapat menurunkan minat belajar anak.
Kecanduan,walau bahaya kecanduan lebih sering terjadi pada pengguna gawai yang usianya lebih dewasa, orang tua juga mesti tetap berhati-hati terhadap risiko kecanduan gawai pada anak-anak. Tanpa pengawasan dari orang tua, ada kemungkinan anak dapat menjadi gadget-holic alias kecanduan gawai, untuk mengatasi kecanduan tersebut, peran orang tua adalah untuk melarang anak bermain gawai terlalu lama atau dengan tidak membelikan atau memperkenalkan smartphone sebelum pada si anak membutuhkannya.
Padahal untuk anak umur 7-12 tahun, hal ini sangat tidak baik karena mereka belum dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk dari konten yang ada dalam smartphone tersebut. Dampak lainnya yaitu, anak-anak jadi malas bergerak. Setiap menggunakan atau memainkan smartphone,anak-anak jadi malas bergerak,setiap menggunakan smartphone,anak-anak maupun orang dewasa akan diam ditempat atau tidak bergerak. Pada anak-anak, hal ini akan mengakibatkan kebiasaan anak menjadi malas bergerak apalagi ketika diperintahkan oleh orang tuannya, lain halnya dengan orang dewasa, mereka masih dapat mengontrol dan tidak kecanduan smartphone seperti anak-anak.malas begerak pada anak dibawah umur sebenarnya sangat berbahaya, karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap  pengembangan diri anak. Anak-anak akan sulit berkembang jika sejak kecil sudah memiliki malas bergerak 

Saran penulis agar orang tua lebih mengawasi dalam penggunaan smartphone anak, walaupun kadang mereka memerlukan gawai untuk membuat pekerjaan sekolah yang berhubungan dengan internet tetapi sianak dapat meminjam gawai kakaknya atau orang tuanya, agar tidak menjadi kecanduan dan sebagainya yang berdampak negatif kepada anak-anak dibawah umur yang masih belum dapat mengontrol emosi, dan saran penulis kepada DPR adalah membuat undang-undang tentang pembelian smartphone untuk anak di bawah umur dan undang-undang tentang banyaknya smartphone asing yang memasuki negara Indonesia, yang menyebabkan impor diIndonesia meningkat setiap tahun, saya harap anggota DPR mengabulkan permintaan penulis demi Indonesia yang lebih baik.

Penulis berikan gambaran jika anggota DPR mengabulkan permintaan penulis, generasi bangsa Indonesia tidak akan kecanduan gawai atau dampak negatif seperti saat ini. Contoh sekarang ini game Mobile Legend sangat populer, dari orang dewasa sampai anak SD bahkan sekarang perempuan juga sudah memainkan game tersebut, yang biasanya perempuan itu tidak suka bermain game, tetapi sekarang laki-laki perempuan tidak lagi ada batasan, bahkan mereka rela dari pagi hingga malam di wifi hanya untuk memainkan game tersebut, bayangkan saja berapa lama waktu yang dia buang-buang hanya untuk hal yang tidak bermanfaat, jika pihak anggota DPR membuat undang-undang tersebut setidaknya mengurangi anak-anak kecanduan gawai.
  
Oleh: Bunayya Ilhamullah

About Indeks

Situs ini pertama kali diindeks oleh Google pada Januari 2012. Koneksi Anda ke situs ini aman.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.