https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Bulan_Asia_Wikipedia




Esai Guru

Pilihan Hati Menjadi Guru


Azan shubuh berkumandang membangunkan manusia dalam kelelapan tidurnya, menunaikan tugas yang wajib dilaksanakan. Kembali dengan rutinitas sehari-hari menjadi guru untuk muridku. Guru adalah pilihan hidupku, walaupun banyak orang yang memandang sebelah mata profesi guru, katanya guru itu miskin, penghasilannnya pas-pasan, tapi entahlah, saya yakin dan nyaman dengan pilihan hati saya, saya merasa inilah dunia saya.

Mengawali pagi yang indah nan cerah ini, kaki mulai melangkah meninggalkan salah satu kewajiban seorang ibu untuk buah hati tercinta, menapaki jalan yang jauh untuk menjumpai ratusan siswa yang menanti kedatangan kami para bapak ibu guru.

Siswa adalah salah satu penyemangat dalam hidup bagi kami yang menggeluti dunia pendidikan, begitu juga dengan  saya yang sudah memilih jalan hidup menjadi seorang guru. Bermacam tingkah polah siswa saya temukan ketika saya menjadi guru, kadang-kadang membuat hati senang dan tidak jarang juga ada siswa yang bersikap kurang wajar untuk seorang siswa, sehingga membuat kami kecewa dan sedih dengan sikapnya, namun itulah dunia anak-anak, tidak selamanya mereka mengikuti aturan yang sudah disepakati bersama, namun adakalanya mereka melanggar aturan tersebut.

Walaupun demikian, ada kerinduan tersendiri  yang muncul ketika saya tidak bisa berjumpa dengan mereka, baik libur maupun saya berhalangan hadir ke sekolah beberapa hari, bertemu mereka merupakan pengobat kerinduan saya setiap hari, walaupun harus meninggalkan anak tercinta di rumah, kalau ditanya tentang perasaan meninggakan anak, sedih atau tidak, jujur pastinya yang namanya seorang ibu, pasti sedih ketika harus meninggalkan anak bersama neneknya di rumah, melewati masa-masa keemasan pertumbuhan anak, jauh dengan lokasi tempat bekerja, namun inilah hidup, pasti ada yang harus  dikorbankan, dan lagi-lagi, ini adalah pilihan yang harus saya jalani.
Setiap minggunya saya memiliki kesempatan bertemu dengan siswa dalam kegiatan belajar mengajar selama dua kali pertemuan dengan frekuensi 3 jam pelajaran.

Bermacam kondisi pernah saya temukan, selama menjadi guru, ada sambutan yang hangat dan ada juga yang sebaliknya, dan pernah juga satu kesempatan di awal-awal masa menjadi guru, saya menemukan kondisi kelas yang sangat tidak kondusif, siswa ribut di kelas, dan sibuk sendiri, padahal pada kesempatan itu, saya sudah berada di dalam kelas selama 5 menit, sayapun diam saja tanpa menegur mereka, saya ingin melihat sejauh mana mereka respect dengan gurunya, 5 menit berlalu, di dalam hati rasanya sudah mulai kesal, namun saya berusaha tidak meluapkannya di depan siswa.

Satu kalimat yang keluar dari mulut saya saat itu, saya memulainya dengan bismillah dalam hati dengan harapan Allah selalu memberikan kesabaran kepada saya untuk tidak marah-marah di kelas, kalimatnya yaitu “ini kelas apa pasar ya?” mendengar pertanyaan tersebut siswa yang tadinya ribut mulai berkumpul dan duduk di kursi mereka masing-masing, dan kelaspun tenang, saya mulai melaksanakan KBM saat itu, dengan menyapa dan sedikit nasihat untuk anak-anak, supaya hal tersebut tidak terulang kembali.

Selanjutnya waktu berlalu dengan cepatnya, kelas berjalan dengan aman, namun ketika KBM berlangsung ada juga beberapa siswa yang mengulang hal yang sama, maka sikap yang saya tempuh yaitu mengingatkan dan kadang-kadang hanya diam memperhatikan tingkah mereka, ketika ada beberapa anak yang melihat saya diam, anak tersebut yang menegur teman-temannya yang lain supaya tidak ribut dan kembali dengan KBM yang sedang berlangsung, begitulah siswa, rasanya tidak pernah bosan-bosannya seorang guru menasehati siswanya supaya menjadi anak yang baik akhlaknya serta memiliki ilmu yang bermanfaat bagi mereka.

Tidak terasa sudah 6 tahun saya menggeluti profesi ini, ada rasa bangga dalam diri ketika melihat beberapa alumni yang sudah berhasil dan sukses di luar sana, walaupun hal tersebut mereka capai bukan sepenuhnya dari guru, namun rasa bangga pernah menjadi bagian dari hidup mereka dan mengisi masa-masa sekolah yang pernah mereka tempuh. Komunikai terus terjalin baik melalui telepon maupun medsos. Rasa rindu kadang-kadang menyapa ketika sesekali mereka mengingatkan dan mengirimkan pesan singkat ucapan selamat hari guru dan ucapan terimakasih karena sudah menjadi guru mereka selama ini. Rasa kaget sekaligus terharu ketika ada beberapa alumni yang bertahun-tahun tidak berjumpa namun tiba-tiba mengirimkan pesan singkat selamat ulang tahun untuk saya. Hal-hal seperti ini mungkin tidak bisa didapat ketika kita menggeluti profesi yang lain.

 Hasil gambar untuk Pilihan Hati Menjadi Guru
Ketika bertahun-tahun tidak berjumpa, dan suatu waktu alumni datang ke sekolah mencari gurunya sambil mengingatkan masa-masa berada di kelas dulu, masa-masa mendapatkan punishment karena terlambat, ribut di kelas, disita hanphone, dan melanggar aturan sekolah lainnya, bahagia rasanya mereka masih mengingat hal tersebut, walaupun yang sering mereka ingat adalah hal-hal yang kurang baik, namun setidaknya hal tersebut menjadi pengalaman yang berharga dan tidak mereka ulangi di jenjang pendidikan selanjutnya.

Waktu terus berlalu, setiap tahun ratusan siswa menjadi alumni dari sekolah kami, meninggalkan jutaan kenangan untuk kami para guru, yang sampai hari ini masih berprofesi yang sama di sekolah yang sama dan dalam waktu yang tidak pernah bergeser, tanggung jawab besar kami emban, setiap hari menjadi rutinitas yang selalu kami jalani dengan ikhlas, dengan harapan suatu saat nanti dengan profesi ini akan membantu kami terus memupuk kesabaran dan selalu iklas menjalaninya, harapan besar di akhirat nanti akan ada salah satu siswa kami yang akan menolong kami di akhirat nanti.

Begitu juga sebaliknya, tidak ada yang dapat memprediksi apa yang akan terjadi di kehidupan selanjutnya,  inilah profesi guru yang sudah menjadi pilihan hati, semoga selalu menjadi ladang amal dan berkah untuk kami para guru sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe. Amiiiiiin. Teruslah semangat wahai para guru, masa depan bangsa ada ditangan para guru, jadilah guru terbaik untuk anak didik kita.
Oleh: Sri Yenda

About Indeks

Situs ini pertama kali diindeks oleh Google pada Januari 2012. Koneksi Anda ke situs ini aman.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.