Puisi-puisi Zubir
Sejarah
Pernah ada lumpur menggulungmu
Pernah ada darah tak henti
mengalir
Tapi itu dulu, dulu sekali
Hari itu telah pergi
Bersama pilu yang tak akan
kuingat lagi
Bersama orang-orang di sampingku
Bersama desing peluru
Kini aku datang memelukmu
Membawa seikat mimpi
Acehku, menunggu prestasi
Selamatkan Aku!
(Sebuah dukungan untuk Dinas
Syariat Islam)
Aku seperti lampu neon
Dijauhi para kunang-kunang
Tapi, yang lain berteduh di
bawah terangku
Aku seperti kupu-kupu
Dianggap penghisap madu
Tapi, bunga-bunga mekar karena
hinggapku
Aku adalah tali
Jembatan melewati Siratul
Muntaha
Aku adalah cahaya
Menerangi kegelapan dunia
Aku adalah jiwa
Membawa kedamaian
Aku adalah sahabat
Menemanimu bertemu Ilahi
* Zubir, pengajar di Sekolah
Sukma Bangsa, Lhokseumawe



0 komentar:
Posting Komentar